Thanks to visit..(^.^)/..

Minggu, 23 November 2014

Selalu antara Engkau dan Tuhan

Oleh : Bunda Theresa

Orang kerap kali tak bernalar, tak logis dan egois
...Biar begitu, ma'afkanlah mereka

Bila engkau baik, orang mungkin akan menuduhmu menyembunyikan motif egois
...Biar begitu, tetaplah bersikap baik

Bila engkau jujur dan berterus terang, orang akan menipumu
...Biar begitu, tetaplah jujur dan berterus terang

Bila engkau sukses, engkau akan mendapati teman-teman palsu dan dan teman-teman sejati
...Biar begitu, tetaplah meraih sukses

Kamis, 13 November 2014

Dagang Game 2014


Saya pernah cerita kan, sering malah ya..
kalau saya ini guru paling beruntung di dunia, saya guru kemenag yang setiap tahun memperoleh kesempatan untuk belajar dengan dengan guru kemdiknas dari seluruh Indonesia, tanggal 7 - 9 Oktober 2014 lalu di ajang Best Practice Guru 2014 dan tiga hari kemarin 11 - 13 November 2014 di ajang Lomba Karya Ilmiah Inovasi Pembelajaran 2014, disinipun saya belajar bersama guru guru keren dari seluruh Jawa Tengah, yang bikin amaze walau ajang ini diselenggarakan oleh kemdiknas, saya nih yang guru Kemenag boleh banget ikut serta..... (biasa aja kali ya, sensitif amat ya sayanya)


Senin, 10 November 2014

I always break the rules



Perasaan ini galau atau gemes, saya sendiri juga nggak tahu.
Intinya masih sama, saya resah dengan pendidikan kita saat ini

Atau saya resah sama diri sendiri ya...

Sejak tahun 2007 sampai sekarang masih sama, malah semakin mantap...
Sumpah saya beberapa bulan ini males ngomongin pendidikan kita,  pokoknya baru males aja, yang dibahas itu itu saja, kalau saya nulis sesuatu di sebuah grup guru, biasanya akan saya tinggal begitu saja, saya males baca komentar dibawahnya, daripada ilfill mending nggak deh...
Tapi, gara gara baca artikel pak Rhenald juga buku 30 paspor, juga diskusi sedikit sama Irma kemarin, kayak ada yang narik...heeey jalur mu udah bener terusin aja. Apalagi pak Rhenald yang Professor saja juga mengalami hal yang sama seperti saya, dikucilkan dan dimarah sana sini


Selasa, 04 November 2014

[KLIPING] Mooryati Soedibyo, Dian Sastro, dan Metakognisi Susi Pudjiastuti

Oleh : Rhenald Kasali

Senin, 3 November 2014 | 05:45 WIB



KOMPAS.com — Saya kebetulan mentor bagi dua orang ini: Dian Sastro dan Mooryati Soedibyo. Akan tetapi, pada Susi Pudjiastuti yang kini menjadi menteri, saya justru belajar.

Ketiganya perempuan hebat, tetapi selalu diuji oleh sebagian kecil orang yang mengaku pandai. Entah ini stereotyping, atau soal buruknya metakognisi bangsa. Saya kurang tahu persis.

Mooryati Soedibyo

Sewaktu diterima di program doktoral UI yang pernah saya pimpin, usianya saat itu sudah 75 tahun. Namun, berbeda dengan mahasiswa lain yang datang pakai jins, dia selalu berkebaya. Anda tentu tahu berapa lama waktu yang diperlukan untuk berkebaya, bukan?


KOMPAS/AGUS SUSANTO Mooryati Soedibyo, pengusaha jamu dan kosmetika tradisional

Akan tetapi, ia memiliki hal yang tak dimiliki orang lain: self discipline. Sampai hari ini, dia adalah satu-satunya mahasiswa saya yang tak pernah absen barang sehari pun. Padahal, saat itu ia salah satu pimpinan MPR.

Memang ia tampak sedikit kewalahan "bersaing" dengan rekan kuliahnya yang jauh lebih muda. Akan tetapi, rekan-rekan kuliahnya mengakui,  kemajuannya cepat. Dari bahasa jamu ke bahasa strategic management dan science yang banyak aturannya.

Teman-teman belajarnya bersaksi: "Pukul 08.00 malam, kami yang memimpin diskusi. Tetapi pukul 24.00, yang muda mulai ngantuk, Ibu Moor yang memimpin. Dia selalu mengingatkan tugas harus selesai, dan tak boleh asal jadi."

Masalahnya, ia pemilik perusahaan besar, dan usianya sudah lanjut. Ada stereotyping dalam kepala sebagian orang. Sosok seperti ini jarang ada yang mau kuliah sungguhan untuk meraih ilmu. Nyatanya, kalangan berduit lebih senang meraih gelar doktor HC (honoris causa) yang jalurnya cukup ringan.

[KLIPING] Anak-anak Kita Bukanlah Burung Dara yang Sayapnya Diikat

Oleh : Rhenald Kasali
Sabtu, 4 Oktober 2014 | 10:00 WIB


Pada abad ke-15, seorang pelaut tangguh mengangkat layar kapalnya menyeberangi lautan. Tujuannya adalah pusat rempah-rempah di timur.

“India.” Ia berseru pada semua awak kapalnya. “Kita telah mendarat di India.”

Anda mungkin sudah bisa mereka siapa yang saya maksud. Ya, dia adalah Christopher Colombus. Alih-alih mendarat di India seperti janjinya pada ratu Isabel yang membiayai misi perjalanannya (untuk memperkuat posisi Spanyol dalam perdagangan rempah-rempah yang terputus akibat Perang Salib), Colombus justru mendarat di  Amerika.

Minggu, 26 Oktober 2014

Dare to Dream - Hasan -

Sering dengar ya cerita, anak dusun berhasil menembus beasiswa ke Eropa, atau anak dusun jadi pengusaha, atau anak seorang tukang becak lulus cumlaude dan masih banyak lagi, tapi melihat sendiri baru sekarang

80% murid murid saya menengah kebawah dengan nilai akademik dibawah rata rata, jadi untuk melanjutkan kuliah biasanya tinggal mimpi, namun dua tahun belakangan ini kemudahan yang diberikan pemerintah dengan beasiswa bidik misi membuat murid murid saya punya harapan, walau tetap saja dari 300 lulusan hanya belasan saja yang lolos masuk PTN negeri dan meperoleh beasiswa ini.

Sebenarnya semua itu bisa dipupus dengan kemampuan, dan kerja keras, seperti kisah satu murid saya ini. :


Dalam firman-Nya Allah berkata ‘’ud’uni astajib lakum’’ yang artinya berdoalah kamu sekalian niscahya Aku (Allah akan mengabulkan). Sebagai pelajar Islam janganlah takut bermimpi, berusaha, selalu berdoa, dan ber tawakkalah kepada Allah, insyallah kita bisa. Kekuatan doa sangat luar biasa karena “ad-dua’ silahul mu’min’ doa adalah senjata bagi orang yang beriman, demikian pesan Muhammad Hasanudin, salah satu alumni MAN Salatiga yang berhasil memperoleh beasiswa S1 Fakultas Syariah Islamiyah Al Azhar University Kairo.

Anak dusun Dusun Nglelo, Batur, Getasan, yang lahir di Semarang, 31 Agustus 1993 ini, lulusan SD Kristen Karmel 01 Ngaduman, kemudian melanjutkan sekolah di MTs NU salatiga, dan setelahnya mengambil jurusan Ilmu Agama di MAN Salatiga. Saat di MAN prestasi Hasan tidak menonjol, dia juga sempat kehilangan ghiroh saat menuntut ilmu di STAIN Salatiga, hingga akhirnya memutuskan untuk mengambil cuti, untuk belajar di beberapa pondok pesantren hingga memberanikan diri mendaftar beasiswa ke Al Azhar Kairo Mesir. Satu mimpi besarnya sejak duduk di Madrasah Tsanawiyah.

Minggu, 12 Oktober 2014

Alhamdulillah...

Saat di UGD Rumah Sakit Husada dan
Indah dari Hotel Jayakarta Jakarta

Beberapa hari yang lalu, saya sudah menulis draft cerita guru guru hebat yang saya temui di acara Best Practice Guru 2014 tanggal 7 - 9 Oktober 2014 di Hotel Jayakarta Jl. Hayam Wuruk, Jakarta. Namun karena beberapa data saya belum punya, maka belum bisa saya upload cerita para guru keren itu, tunggu tulisan berikutnya tentang ini ya..

Saya malah pingin cerita semua orang orang baik yang ada di sekitar saya ...

Setelah upacara penutupan selesai, Kamis, 9 Oktober 2014, sekitar jam 11.00 saya berencana kembali ke kamar, saat turun dari tangga, tangga kali ini cukup unik karena bentuknya spiral di tengah ruangan, (sempet mikir juga, bikin tangga seperti ini butuh tempat yang cukup luas ya.
Kira kira tangga spiral seperti inilah bentuknya :)
... *rumah saya yang mungil nggak mungkin bikin tangga spiral gitu). Nha saat saya turun, tiba tiba seorang bapak di depan saya balik badan naik, karena berkas yang dibawa keliru, otomatis saya geser ke kanan (ke poros spiral) tanpa menyadari bahwa lebar pijakan tangga menyempit ke poros. Yaa sudah deh, syiuuut jlug jlug jlug kaki saya tergelincir tiga undakan dan "klethek" bunyi pergelangan kaki saya, dannnn setelahnya saya tidak bisa berdiri dan berjalan....*membayangkan kembali peristiwa itu masih membuat saya bergidik

Selasa, 07 Oktober 2014

Duh Ternyata Saya SALAH.. \(^.^)/

Mereka yang ada di Jaman Jahiliyah 3 Saya... :)
Saat ini saya membagi perjalanan saya menjadi guru, menjadi tiga jaman jahiliyah.
Pilihan kata Jahiliyah saya ambil, dengan makna kebodohan, jadi bisa juga sih dirubah, jadi jaman kebodohan saya, tapi untuk menyangatkan betapa bodohnya saya, saya menggunakan kata jahiliyah

Jaman Jahiliyah 1
adalah saat pertama kali saya jadi guru, saat itu keyakinan saya adalah mata pelajaran yang saya ajarkan sangat sangat sangat penting, dan murid murid di kelas saya semua harus paham ekonomi.

Minggu, 05 Oktober 2014

Tips Menulis Karya Ilmiah ... *tsaah

Ketika mereka Juara 1 Nasional paper akuntansi UGM
Baru kali ini nulis pake judul agak membosankan n nggak eye catching....*emang biasanya gimana :p

Saya barusan dapat tugas untuk jadi Juri Karya Tulis Ilmiah Siswa se Kabupaten. Sekarang baru dalam tahap periksa naskah jadi dan uhuk .... maaf cukup membuat saya prihatin, bukaaaan bukan sok, saya juga masih belajar tapi please at least do it right.... gini :

Pertama JANGAN PLAGIAT, ini pentiing, ada sopan santun pengutipan juga, kita DILARANG KERAS copas plek, kita cuma boleh ambil idenya, kalimatnya dibuat dengan kalimat sendiri dan ini tetap WAJIB mencantumkan narasumber ide yang kita ambil
Siswa yang saya bimbing sebelum dikirim naskahnya, pasti saya periksa plagiarismenya terlebih dahulu. Cek plagiarisme tersebar di dumay ini, kalau saya pakai program Viper cari saja... cukup valid. Tiap institusi pendidikan ternyata memberikan toleransi yang berbeda pada persentasi tingkat plagiarisme, tapi kisarannya antara 10% - 30%, bahkan kampus saya cuma 10% no more.

Sabtu, 04 Oktober 2014

Who Moved My Cheese?

Pertama kali dengar tahun 2010, ada di tulisan saya disini, dan gara gara anak jurnalistik bimbingan saya mengangkat tema Move On, keluar dari Comfort Zone, jadi deh saya ingat lagi dan ingin sharing lagi.

Sebenarnya banyak versi yang beredar, buku karya pak Spencer Johnson ini sudah banyak dirangkum dalam bentuk power point. Saya tidak tahu siapa yang membuat presentasi berikut, mudah mudahan tidak keberatan hasil karya presentasinya saya share di tulisan saya kali ini.




Minggu, 10 Agustus 2014

Guru ayo semangaatt (^.^)/..

Mereka Pamer Map Accounting Trip yang barusan dibuat
Semangat Guys... (^.^)/..
Sebelumya CMIIW ya ini IMO...

Aslinya saya tidak paham dengan kurikulum 2013, maksud nya apa yang diributkan dengan kurikulum 2013. Apalagi setelah ada posting sms seorang murid yang marah marah, gurunya ngasih tugas lalu pergi, tidak ada konfirmasi juga

Sebenernya menurut saya, kalau guru paham betul apa yang harus dilakukan saat ada di kelas, tahu betul filosofi materi yang diajarkannya, dan bisa mensingkronkan dengan kebutuhan siswa dan kenyataan yang akan mereka hadapi, kurikulum apapun yang akan diterapkan oleh pemerintah, just fine

Rabu, 06 Agustus 2014

Bahagianya jadi Guru .. \(^.^)/

Ingat cerita saya tentang anak anak yang membuat visualisasi mimpinya?.. yang Dare to Dream
Tak terasa sudah setahun lebih ternyata, dan semalam iseng saya sms mereka,
"just curious to know, apakah mimpi yang kalian tulis dulu, sekarang sudah terwujud, ataukah lebih baik?"

dan wah saya tidak mengira berbagai tanggapan masuk di HP saya malam itu

iya bu saya kan gambarnya waktu itu menjadi penulis novel, dan alhamdulillah satu cerpen dan puisi saya lolos penerbit dan saya dengan komunitas Narata Karia Salatiga, menerbitkan kumcer perdana. (Nurina, dulu XII Bahasa)
Nurina saat merancang mimpinya...

Sabtu, 19 Juli 2014

Akhirnya Lulus juga Yay!!

Semua orang pasti punya cerita lebay lebay semasa kuliahnya, nah saya juga punya cerita lebay masa masa kuliah saya

Latar belakang saya adalah guru dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, karena suami saya bankrupt untuk kedua kalinya tahun 2011, dan tentu saja ini mempengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan saya

Untuk memperjelas kondisinya, gini komentar temen temen saya ketika tahu saya hamil (tahun 2010 hamil Jose, 5 bulan) dan melanjutkan kuliah di waktu yang sama.
"Ya Allah Mel, masih bisa ya hamil dan kuliah?"
"Gimana ngatur otaknya sih?"
"Wah, kalau aku nggak akan sanggup!"

bisa ngira ngira kan kondisi lebay saya, dan kondisi ini membuat saya, hampir, hampir lho ya, putus asa..

bukan bukaan karena tesis saya atau pembimbing tesis saya, (pembimbing saya baik hati dan punya jadwal jelas, juga sangat mudah dihubungi...), tapi karena saya nggak punya uang untuk bayar kuliah saya, tagihan saya kurang lebih 15juta--- hahaha.... *sekarang aja bisa ketawa

Kamis, 15 Mei 2014

Aku Sedih

Aku sedih, duduk sendiri
mama pergi, papa pergi
ooh itu dia mereka datang
aku senang hatiku riang

saya sedang sedih, dan sendirian
membuat anak anak menjadi manusia yang peduli dengan orang lain, dengan ayah bundanya, dengan lingkungannya, dengan dirinya sendiri ternyata tidak mudah

Rabu, 07 Mei 2014

How Lucky I am.. :D

Teman teman satu kelas Diklat KTI MA Jateng-DIY
28 April - 7 Mei 2014
Saya pernah cerita kan?.. saya orang paling beruntung di dunia
Saya pegawai kementerian agama yang bisa menikmati belajar dari dua kementerian, dari kementerian agama sendiri dan dari kementerian pendidikan dan kebudayaan

caranya? kalau dari kementerian agama jelas, sebagai pegawai negeri kami sering menerima tugas untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan guru, guna peningkatan kinerja di satuan kerja masing masing. Kalau dari kemdiknas, saya dapat menikmatinya saat mengikuti perlombaan yang diselenggarakan oleh kemdiknas seperti Lomba Karya Inovasi Jateng dan Best Practices Guru. Informasi untuk dua hal tersebut mungkin tidak diketahui oleh teman teman dari kementerian agama, karena tahun lalu saya satu satunya guru dari kemenag yang mengikuti dua event tersebut, dan beruntung menikmati belajar dari teman teman di seluruh Indonesia di lingkungan Kemdiknas

Sabtu, 03 Mei 2014

Muslim Kok Nyebelin? - Satria Dharma

Membaca buku pak satria seperti biasa, ada saat yang membuat saya tertawa terbahak bahak, sekedar tersenyum, ikutan emosi marah gregetan dan ada saat air mata saya keluar

Saya suka gaya tulisan pak Satria, biasanya sih enteng enteng saja, tapi yang ini walau ditulis dengan gaya yang ngepop, namun sungguhan butuh pemikiran yang mendalam dan hati yang terbuka luas plus zero persepsi

Pak Satria membuat saya sebagai muslim ngaca, woiii sebelum nyalahin orang lain nggak ada juntrungnya, ngaca dulu dooong

Opini opini bebas pak Satria membuat saya melek lebar, juga merubah paradigma saya, tentang kenyataan umat muslim yang ada di sekitar saya

Rabu, 30 April 2014

40 tahun

Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada dua orang ibu bapaknya, ibunya mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandungnya sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan, sehingga apabila dia telah dewasa dan umurnya sampai empat puluh tahun ia berdoa: "Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridhai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku. Sesungguhnya aku bertaubat kepada Engkau dan sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri". Qur'an QS Al Ahqaf 46 : 15


Sabtu, 26 April 2014

[KLIPING] Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara

Dilematika UNAS: Saat Nilai Salah Berbicara
April 18, 2014 at 9:06am
Nurmillaty Abadiah SMA Khadijah Surabaya
Source : https://www.facebook.com/notes/nurmillaty-abadiah/dilematika-unas-saat-nilai-salah-berbicara/10152134575249926

Sebuah surat terbuka, untuk Bapak Menteri Pendidikan yang terhormat, di tempat.

16. Mencontek adalah sebuah perbuatan…
a. terpaksa
b. terpuji
c. tercela
d. terbiasa

Selasa, 22 April 2014

Apa Itu Homeschooling?

Judul tinggallah judul, tetapi saya menulis ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul hehe
Jawaban pertanyaan itu lengkap kap bisa dibaca di buku mas Aar Sumardiono terbaru -Apa Itu Homeschooling 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga-

Bukunya keren, warna covernya rame saya suka, dan pengalaman pertama kali membaca buku dengan bab sambung menyambung, keren idenya. Saya baca sambil senyum senyum dan ber wow dalam hati, kenapa dalam hati, karena bacanya di angkot yang lagi ngetem hihihi

Minggu, 06 April 2014

Males Nulis

Berulang kali saya ngomong betapa betapa pendidikan di Indonesia belum tepat kalau tidak boleh saya bilang salah... *ups
halah cuma ide aja, semua orang juga bisa, ayo kalau berani DO IT!! ACT!! bukan NATO aja (Not Action Talk Only)

Terus berpikir lagi ottokaji? ottokaji? terus beberapa bulan ini saya males ngomong tentang pendidikan kita, malessssss bangettt


eeeeeh kok terus ada jalan untuk bersuara lagi, saya ikut Writing-Contest Bisnis Indonesia 2014 temanya Ekspresikan Idemu untuk Indonesia
maunya sih cari perhatian, Wooooiiii gimana kalau sekolah sekolah Indonesia seperti sekolah impian saya ini, saya tahu, saya tahu sudah ada beberapa sekolah yang seperti ini, tetapi siapa yang bisa menikmatinya??

saya ingin semua anak Indonesia punya akses yang sama dalam mengenyam pendidikan dimanapun mereka mau, gak ada pengkotak kotakan bodoh pintar, miskin kaya, semua sekolah sama unggulnya, sama kualitasnya, anak anak memilih sekolah hanya pertimbangan cari yang deket dengan rumah.
Sekolahnya juga gitu, masuknya tanpa test, pertimbangannya hanya masalah kuota saja

Sekolah impian ini saya adaptasi dari Reed College tentang gak ada laporan hasil belajar, kewajiban murid murid hanya melakukan yang terbaik, ujian akhir berbentuk proyek. Rapat besar saya adaptasi dari Summerhill School, perpustakaan saya adaptasi dari Charlote Mason, tentang Livingbooks, terus tentang belajar sesuai kompetensinya saya adaptasi dari mana mana, seperti Tomoe Gakuen sekolahnya Toto Chan, Merubah Sekolah-Hernowo, Sekolah Mangunan-Romo Mangun, Howard Gardner, tentang guru saya adaptasi dari Ki Hajar Dewantoro dan masih banyak lagi yang saya comot dari sana sini

Sebenarnya ada versi extended lebih detil lagi sih, namun karena disana dipersyaratkan hanya 6000 karakter jadi saya singkat yang penting intinya tersampaikan

Penasaran?? Please submit vote yaaaaa...

http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/377/214508/sekolah-yang-kuimpikan

Terimakasiiiiihhhh... :) Semangaattt!!!...