Thanks to visit..(^.^)/..

Senin, 21 April 2014

Apa Itu Homeschooling?

Judul tinggallah judul, tetapi saya menulis ini tidak untuk menjawab pertanyaan judul hehe
Jawaban pertanyaan itu lengkap kap bisa dibaca di buku mas Aar Sumardiono terbaru -Apa Itu Homeschooling 35 Gagasan Pendidikan Berbasis Keluarga-

Bukunya keren, warna covernya rame saya suka, dan pengalaman pertama kali membaca buku dengan bab sambung menyambung, keren idenya. Saya baca sambil senyum senyum dan ber wow dalam hati, kenapa dalam hati, karena bacanya di angkot yang lagi ngetem hihihi

Sabtu, 05 April 2014

Males Nulis

Berulang kali saya ngomong betapa betapa pendidikan di Indonesia belum tepat kalau tidak boleh saya bilang salah... *ups
halah cuma ide aja, semua orang juga bisa, ayo kalau berani DO IT!! ACT!! bukan NATO aja (Not Action Talk Only)

Terus berpikir lagi ottokaji? ottokaji? terus beberapa bulan ini saya males ngomong tentang pendidikan kita, malessssss bangettt


eeeeeh kok terus ada jalan untuk bersuara lagi, saya ikut Writing-Contest Bisnis Indonesia 2014 temanya Ekspresikan Idemu untuk Indonesia
maunya sih cari perhatian, Wooooiiii gimana kalau sekolah sekolah Indonesia seperti sekolah impian saya ini, saya tahu, saya tahu sudah ada beberapa sekolah yang seperti ini, tetapi siapa yang bisa menikmatinya??

saya ingin semua anak Indonesia punya akses yang sama dalam mengenyam pendidikan dimanapun mereka mau, gak ada pengkotak kotakan bodoh pintar, miskin kaya, semua sekolah sama unggulnya, sama kualitasnya, anak anak memilih sekolah hanya pertimbangan cari yang deket dengan rumah.
Sekolahnya juga gitu, masuknya tanpa test, pertimbangannya hanya masalah kuota saja

Sekolah impian ini saya adaptasi dari Reed College tentang gak ada laporan hasil belajar, kewajiban murid murid hanya melakukan yang terbaik, ujian akhir berbentuk proyek. Rapat besar saya adaptasi dari Summerhill School, perpustakaan saya adaptasi dari Charlote Mason, tentang Livingbooks, terus tentang belajar sesuai kompetensinya saya adaptasi dari mana mana, seperti Tomoe Gakuen sekolahnya Toto Chan, Merubah Sekolah-Hernowo, Sekolah Mangunan-Romo Mangun, Howard Gardner, tentang guru saya adaptasi dari Ki Hajar Dewantoro dan masih banyak lagi yang saya comot dari sana sini

Sebenarnya ada versi extended lebih detil lagi sih, namun karena disana dipersyaratkan hanya 6000 karakter jadi saya singkat yang penting intinya tersampaikan

Penasaran?? Please submit vote yaaaaa...

http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20140401/377/214508/sekolah-yang-kuimpikan

Terimakasiiiiihhhh... :) Semangaattt!!!...

Senin, 17 Maret 2014

Running Man di kelasku ^^ -Model Pembelajaran Bermakna-

Inspirasinya dari seorang teman Tesya Medina, yang membuat saya menonton acara reality show korea Running Man terutama kalau tidak salah episode 27

Saya mengajar Administrasi Farmasi di SMK Farmasi, salah satu materi yang diajarkan adalah komunikasi, dari teori, fungsi, bentuk komunikasi dan alat komunikasi.

Anak anak saya bawa ke aula, karena berdasarkan pengalaman yang lampau, jika permainan ini saya lakukan di kelas, maka kelas bawah dan sampingnya akan terganggu.

Pertama adalah adalah bingo introduction yang pernah saya bahas disini ternyata manfaat permainan ini juga bertambah, selain tambah mengenal teman, juga belajar bagaimana adab berkomunikasi saat meminta dan memberi informasi, kemudian yang kedua adalah permainan pasir berbisik (hihihi nama ini bisa bisanya saya aja) permainannya mirip permainan pramuka, jadi satu anak saya beri satu kalimat misalnya "alat komunikasi sekarang sangat beragam, ada telepon, telepon seluler, email dan skype" anak tersebut akan membisikkan secara berurutan kepada teman di belakangnya dan seterusnya, dan anak terakhir yang dibelakang akan berlari menemui saya untuk menyampaikan pesan yang dia dengar, ini yang lucu biasanya pesan yang diterima anak yang paling belakang bisa beda jauh dengan pesan yang seharusnya dia sampaikan "alat makan nasi, sendok, piring dan garpu" hahaha

Permainan yang ketiga adalah permainan yang saya dapat dari reality show tersebut, anak anak dibagi kelompok, tiap kelompok 5 orang mereka berjajar ke belakang, setiap anggota kelompok dibekali kertas gambar dan spidol. Leader yang didepan menghadap saya dan penonton, dan anggota yang dibelakangnya menghadap ke belakang. Leader akan mendapat petunjuk pesan yang disampaikan dalam bentuk tulisan, misalnya "hanphone" maka dia harus menyampaikan pesan tulisan tersebut dengan menggambarkan kembali apa yang diterima di kertas yang sudah dia pegang, waktu untuk menggambar kembali ini hanya 5 detik, setelah itu dia akan berbalik memberitahu satu anggota kelompok yang berdiri tepat dibelakangnya, anggota tersebut kembali menggambar, gambar yang sudah dibuat oleh leader tanpa berkata apapun dst hingga anggota terakhir membuat gambarnya dan disampaikan kepada juri dan penonton, mereka yang menilai apakah gambar anggota terakhir tersebut sesuai pesan yang diinginkan. Biasanya gambar yang terakhir tidak berbentuk hehe

Kesimpulan dari permainan permainan tersebut adalah, komunikasi yang tidak jelas, bisa menimbulkan persepsi yang bermacam macam, sedangkan mengenai pesan berantai, informasi yang diterima harus jelas sumbernya--anak anak banyak belajar dan bermain dan bahagia kan?-- ^.^

-------------
Materi berikutnya di mata pelajaran IPS kelas XII tentang ragam budaya dan pengaruhnya terhadap budaya asing, untuk materi ini saya minta anak anak untuk mencari dimana saja, bisa di buku, internet atau koran tentang pengaruh positif dan negatif budaya asing bagi generasi muda, antisipasi kebijakan apa yang dilakukan pemerintah dan terakhir sebagai generasi muda bagaimana mereka menghadapi arus budaya asing yang masuk.
Setelah itu saya minta mereka memilih satu pengaruh negatif budaya asing terhadap generasi muda untuk kemudian membuat proyek bagaimana agar generasi muda sadar dan tidak terpengaruh olehnya

-----------------------
Kelas X materi baru untuk komunikasi adalah bagaimana bersikap dan melayani pelanggan, hari ini mereka bermain peran, ada yang menjadi penjual atau penawar produk ada yang menjadi pembeli, dalam role playing ini mereka yang menjadi penjual akan menghadapi berbagai macam gaya pembeli seperti pembeli jutek, lebay, judes, alay dan sok.  Anak anak dibagi kelompok, ada kelompok penjual dan ada kelompok pembeli. Hasilnya disana dapat diamati bagaimana mereka mempertahankan dan memperjelas aturan perusahaan mengenai penjualan dan garansi produk, bagaimana mereka harus bersikap dan berbicara halus dan ramah serta tetap tersenyum menghadapi berbagai macam pembeli.

Proyek untuk mereka adalah membuat semacam candid camera, mengamati bagaimana customer service di berbagai layanan publik dan perbankan menghadapi pembeli, juga bagaimana penjual pasar tradisional menghadapi pembeli. Tujuannya agar mereka tahu secara nyata bagaimana cara berkomunikasi, body language saat menghadapi pelanggan atau pembeli



Sabtu, 15 Maret 2014

Korean.ology

Terus terang saya kagum dengan Korea Selatan. Negara yang merdekanya hampir bebarengan dengan kita, tapi pendapatan perkapita kita jauuuh tertinggal. Pendapatan perkapita Korea Selatan US$21.000 itu saja di tahun 2011, sedangkan pendapatan perkapita Indonesia 2014 tercatat US$5000.

Oke rasa kagum saya sebetulnya lebih pada semangat perjuangan mereka memperbaiki kehidupan mereka setelah di tahun 1950an masuk dalam kategori negara miskin. Tahun 1960 merupakan awal kebangkitan Korea Selatan. Pertumbuhan Ekonomi meningkat pesat, ekspor terbesar no 8 dunia, fiuh.

Selasa, 04 Maret 2014

Sekolah yang Menyenangkan


Kepala Sekolah mana yang mau jadi apa saja di sebuah kegiatan, termasuk buka tutup tirai waktu pertunjukan seni akhir tahun?...
Kebanyakan Kepala Sekolah disusunan panitia kegiatan selalu menjadi penanggung jawab diatas ketua panitia, tetapi di sekolah yang menyenangkan hal itu tidak terjadi
Kepala sekolah mana yang setiap hari dikerubutin anak anak yang ingin dipeluk, disapa, dibelai rambutnya, digendong dan didengarkan ceritanya
Saya jadi ingat pak Kobayashi, kepala sekolah Tomoe Gakuen, yang bersedia mendengarkan cerita seorang anak dari pagi hingga makan siang datang dengan sepenuh hati

Sekolah menyenangkan ternyata sangat mungkin diwujudkan, sekolah menyenangkan pas sekali dengan sekolah yang saya impikan
Gak ada seragam, gak ada aturan baku karena semua warga sekolah tersebut sudah menyadari apa yang boleh dan apa yang tidak, semua anak bergembira di sekolahnya, orang tua dan masyarakat ikut bertanggungjawab penuh dalam pendidikan anak anak di sekolah tersebut.

Rabu, 25 Desember 2013

Saya guru yang Bahagia*

Diskusi saat membuat RPP Kurikulum 2013
*ketemu kurikulum 2013  ;)

Liburan ini diisi dengan workshop 2 hari tentang kurikulum 2013 dan spiritual motivation, pesertanya ke 90 guru di sekolah saya. Baru kali ini walau sebentar saja, saya menerima penjelasan tentang kurikulum 2013, sebelumnya cuma baca dari komentar temen temen, kalau baca aturannya saya gak paham, maksudnya saya bukan jenis orang yang gampang paham baca permen atau undang undang, mesti ada seseorang yang menjelaskan ... *tutup muka

Senin, 02 Desember 2013

Tidak Sekolah? No Way?



Membaca buku William hampir sama dengan membaca buku Izza, kalau Izza saat menulis buku itu usianya 15 tahun, dan kisahnya ditulis setelah dia memutuskan untuk mundur dari pendidikan formalnya, tepat 3 bulan sebelum Ujian Nasional SMP. Sedangkan William, justru menuliskannya saat dia masih duduk di bangku SMA kelas 2 berarti kurang lebih usianya 16-17 th

Izza, keluar karena dia merasa tidak cocok dengan berbagai ilmu yang dia peroleh di pendidikan formal. Dia merasa semua yang dia peroleh tidak sesuai dengan kebutuhannya saat itu. Izza secara akademis termasuk anak yang unggul, nilai nilainya selalu jauh diatas rata rata temen sekelasnya. Sekolahnya pun bukan sekolah sembarangan, Sekolah terfavorit rintisan RSBI di Kotanya. Namun keresahannya atas ketidaksingkronan ilmu yang dibutuhkan dan ilmu yang wajib dipelajarinya membuat Izza mengundurkan diri dari sekolahnya.

Sabtu, 30 November 2013

SOKOLA = SCHOLAE

Aneh ya arti hakikat sekolah sebagai tempat yang menyenangkan justru bisa diwujudkan di tengah hutan Bukit Dua Belas Jambi.

Cerita Butet tentang Gentar dan Linca, tentang anak anak yang begitu bersemangat untuk belajar baca tulis hitung walau di tentang oleh adat dan para orang tua mereka, juga suasana belajar yang menyenangkan, membuat saya bisa mengikuti dan merasakan gairah mereka semua yang ada disana. Mereka semangat sekali belajar hingga larut malam, dan terus penasaran dengan apa yang akan mereka pelajari keesokan harinya, ini bikin saya iri tingkat dewa sama Butet. Uhuuu huu saya ini udah 10 tahun ngajar, n masih nggak bisa bikin anak anak penasaran tentang pelajaran saya.... *yaiyalah mereka nggak butuh..eits ngeles

Minggu, 24 November 2013

Hari ini Hari Guru

Hari ini ada sebagian kecil guru diundang oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan di Jakarta untuk memperingati hari guru
Hari ini sebagian besar memperingatinya di sekolah madrasah masing masing
Hari ini pagi ini ada sebagian lagi yang masih berjuang, jalan kaki, menempuh jalan becek, berlubang, menuju sekolahnya
Hari ini pagi ini ada sebagian lagi guru yang masih berjuang, melewati jembatan yang hampir putus dan berlubang, menuju tempatnya mengajar
Hari ini pagi ini ada sebagian guru mengarungi sungai menuju ke sekolah

Kamis, 21 November 2013

Sitti Tasniah dari Eremerasa

Penampilan Ibu Guru Inspiratif Sitti Tasniah malam itu
Eremerasa, sebuah kecamatan di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan. Arti Eremerasa adalah air yang mengalir dari akar pohon--indah ya

Bukan bukan saya bukan habis jalan jalan dari sana, kali ini saya mendengarkan cerita hebat dari seorang guru Bahasa Indonesia Sitti Tasniah yang mengajar di SMAN 1 Eremerasa, di acara review dan desiminasi Best Practice guru dalam pembelajaran di sekolah.

Rabu, 13 November 2013

Guru-Guru Gila!! *ups

Coba bayangkan gimana bikinnya, lamanya, detailnya, cuma mau
ngomongin ke anak anak tentang burung merak hahaha gila ya *ups

Jadi ceritanya beberapa waktu lalu saya mengirim cerita saya di kelas, untuk ikut Lomba Karya Inovatif, yang mengadakan Kemdiknas, dan disitu jelas tertulis untuk guru SMA/SMK/SMALB tetapi saya coba telpon panitia ternyata guru MA (Madrasah Aliyah) boleh ikut, aslinya pingin belajar sih, pingin ketemu guru guru inovatif--sebenarnya saya pingin banget dari tadi ngomong guru gila --tapi takut menyinggung perasaan mereka hehe -- pas disana saya nyut "subhannallah ternyata banyak sekali guru yang lebih gila dari saya"

Senin, 04 November 2013

Hari ini Hari Bahagia \(^.^)/

Balon terbang ke udara, menandakan dimulainya
sesi belajar menyenangkan hari ini
Hari ini tidak ada anak yang ijin pingin pulang awal
Hari ini tidak ada anak yang berharap pulang awal
Hari ini tidak ada anak yang masuk UKS
Hari ini tidak ada anak yang curhat ke BK
Hari ini tidak ada anak yang males belajar
Hari ini tidak ada anak yang bolos
Hari ini tidak ada anak yang tidur di kelas
Hari ini semua anak bahagia
Hari ini semua anak belajar sesuai dengan apa yang disukai, dibutuhkan, dan dengan caranya sendiri

Sebetulnya hanya sebuah Pensi atau Pentas Seni dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriyah dan memperingati Sumpah Pemuda.

Sabtu, 02 November 2013

Project Based Learning SMK Farmasi :)

Teman teman saya meminta anak anak untuk membuat proyek mengenai pelestarian budaya Indonesia atau pencegahan dampak negatif budaya asing di kalangan anak muda Indonesia

Saya beri kebebasan mereka mengenai cara dan metodenya, ada dua kelompok yang menggunakan socmed sebagai media

yang pertama kelompok yang ingin melestarikan dan mencegah punahnya bahasa daerah https://www.facebook.com/pages/Berbagi-Bahasa/216477615190373 kelompok berikutnya ingin mengkampanyekan mengenai kerajinan asli daerah yang patut dipertahankan https://www.facebook.com/pages/Pecinta-Karya-Bangsa-Indonesia/180523378807583
terus juga yang ini https://www.facebook.com/kamiorangjawa?ref=notif&notif_t=fbpage_fan_invite

 
Mohon bantuan teman teman untuk menyebarluaskan dan like fanpage tersebut diatas ya
Juga tolong diberi masukkan untuk anak anak itu.. , terimakasih :)

Entahlah ...

Saya menikmati ini sebagi proses kehidupan yang mesti saya jalani
Semangat mana itu semangat?? Entahlah


Saya jadi ingat tentang cerita orang Jepang dengan kata kata ganbatte kudasai, karena mereka sudah merasa berbuat yang terbaik dan bekerja keras, kata kata ganbatte ini akhirnya membuat mereka lelah

Kamis, 31 Oktober 2013

Andai saya seorang MURID

Jam 4.30 pagi sudah mandi dan sholat subuh, siap siap sarapan (kalau sarapannya sudah disiapkan ibu)--kalau belum pergi sekolah tanpa sarapan

Begitukah? tidak, saya bangun jam 6 pagi, mandi, sholat kilat, dan pergi tanpa sarapan


Sesampainya di sekolah, siap siap diperiksa kelengkapan sepatu hitam, ikat pinggang, seragam, dasi, topi --dan yang pasti jangan sampai terlambat masuk kelas

Jam pertama di mulai, guru yang lemah gemulai masuk kelas, berdoa dan memberi salam, pelajaran pertama ceramah tentang ragam budaya, jam kedua pindah ruang untuk pelajaran tata busana dan otomotif, jam berikutnya matematika membahas matrik, setelahnya akuntansi membahas jurnal khusus, selama dari jam 7 - 10, 10.15 - 12.00, 12.15 - 14.15--
7 jam saya duduk, mencatat, memperhatikan guru, mengerjakan tugas, mengerjakan ulangan, berdiskusi, maju ke depan.

Rabu, 23 Oktober 2013

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 4/4



www.latintimes.com

Juárez Correa menghabiskan malam-malamnya menonton video-video pendidikan. Dia membaca banyak polemik yang dibuat oleh seorang kartunis Meksiko yang bernama Eduardo del Río (dikenal dengan nama Rius) yang berpendapat bahwa anak-anak harus dibebaskan untuk mengeksplorasi apapun yang mereka mau. Juárez Correa juga dibuat terkesan oleh Mitra yang membicarakan tentang membiarkan anak-anak “berkelana di dunia ide”. Juárez Correa mulai mengadakan kegiatan debat rutin di kelas, dan dia tidak malu mengangkat topik-topik kontroversial.

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 3/4



http://goo.gl/fPtL0m

Suatu hari Juárez Correa menuliskan di papan tulis “1 = 1,00.” Biasanya, pada poin ini, dia akan mulai menjelaskan konsep bilangan pecahan dan bilangan desimal. Namun kali ini dia hanya menuliskan “½ = ?” and “¼ = ?”
“Coba pikirkan sebentar,” katanya, dan berjalan keluar dari kelas.
Ketika anak-anak menggerutu, Juárez Correa pergi ke kafetaria sekolah, tempat anak-anak membeli sarapan dan makan siang untuk mendapatkan uang kembalian dalam nominal kecil. Dia meminjam sekitar 10 peso dalam bentuk uang koin, berharga sekitar 75 sen, dan berjalan kembali ke kelasnya, lalu membagikan satu koin senilai satu peso ke tiap meja. Dia memperhatikan bahwa Paloma telah menulis 0,50 dan 0,25 di selembar kertas. 

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 2/4



www.ourprg.com

Tahun 1999, Sugata Mitra merupakan kepala ilmuwan di sebuah perusahaan di New Delhi yang melatih para pengembang piranti lunak (software). Kantornya berada di ujung sebuah kampung kumuh, dan pada suatu hari, dia memutuskan menempatkan sebuah komputer di sebuah celah di dinding yang memisahkan bangunan kantornya dengan kampung kumuh tersebut. 

Bagaimana Metode Pengajaran Radikal Bisa Membebaskan Generasi Anak Jenius - 1/4


Saya meminta seorang teman sariorange@gmail.com untuk menerjemahkan artikel yang berharga ini, supaya lebih banyak teman guru yang bisa terinspirasi oleh tulisan ini. Karena ada sekitar 17 halaman, maka saya bagi tulisan ini menjadi 4 seri. Mudah mudahan terinspirasi ya, untuk pendidikan Indonesia yang lebih baik eh untuk belajar yang lebih seru.. Semangaatt!!..^.^/
-------------------------------------------------------------------

Judul Asli : How a Radical New Teaching Method Could Unleash a Generation of Geniuses
Sumber    : http://www.wired.com/business/2013/10/free-thinkers/

Joshua Davis / 10.15.13 / 6:30 AM
These students in Matamoros, Mexico, didn’t have reliable Internet access, steady electricity, or much hope—until a radical new teaching method unlocked their potential. photo by. Peter Yang


Senin, 23 September 2013

Guru Gila!! (seri 2)

berbagai ekspresi anak anak saat masuk kelas
Pagi ini senin 23 September, yang saya tunggu tunggu tiba juga

Setelah semalam minta anak anak jurnalis, (anak anak kelas lain) untuk mengambil gambar ekspresi anak anak XII IS X saat mereka masuk kelas untuk pertama kali

"Ekspresinya datar bu, biasa aja"
"Lah menurutmu, mereka mesti gimana?"

(mungkin mereka shock liat guru kurang kerjaan dan Gila, jadi ya gitu deh ekspresinya hihihi)